Cek informasi WHOIS domain
Periksa domain. Semua yang perlu Anda ketahui tentang sebuah domain ada di sini.
Pemberitahuan cookie
Kami menggunakan cookie untuk menjalankan situs ini, memahami cara situs ini digunakan (Google Analytics), dan mengukur iklan kami (Google Ads). Cookie ini disediakan oleh Google, dan data yang dikumpulkannya dapat ditransfer ke Amerika Serikat. Dengan menggunakan situs ini, Anda menerima penggunaan cookie ini. Kebijakan Cookie · Pemberitahuan Privasi
Periksa domain. Semua yang perlu Anda ketahui tentang sebuah domain ada di sini.
Saat Anda mendaftarkan domain, informasi kontak Anda akan ditampilkan di basis data Whois publik. Artinya, siapa pun dapat melihat detail kontak yang Anda masukkan saat mendaftarkan domain. Informasi yang ditampilkan pada hasil Whois mencakup data kontak pemilik domain serta informasi teknis seperti server nama (DNS) dan status domain.
Pencarian Whois bekerja seperti mesin pencari. Saat pengguna memasukkan domain pada alat Pencarian Whois dan mengeklik “Cari Whois”, informasi domain akan diambil dari basis data Whois publik. Whois menyimpan data kontak setiap orang yang mendaftarkan domain atau mengubah pengaturan DNS.
Anda dapat menyembunyikan informasi Whois dengan menggunakan tombol “Sembunyikan informasi Whois” di sebelah domain Anda pada panel admin. Dengan privasi Whois, data kontak Anda disembunyikan dan diganti dengan informasi anonim. Ini berarti data Anda terlindungi dari pencurian identitas, pelecehan, dan spam.
Whois adalah basis data publik yang menyimpan data pendaftaran untuk setiap domain di internet. Sesuai kewajiban ICANN, ketika sebuah domain didaftarkan, informasi kontak tertentu akan dikumpulkan: nama pemilik pendaftaran, alamat email, alamat fisik, nomor telepon, dan alamat IP. Semua informasi ini disimpan dalam basis data Whois terpusat dan dapat ditelusuri oleh siapa saja.
💡 Whois adalah panduan resmi kepemilikan domain — berfungsi seperti direktori telepon publik untuk setiap domain yang terdaftar di internet.
Pencarian Whois jauh lebih dari sekadar memverifikasi apakah sebuah domain sudah terdaftar atau belum. Alat ini menyediakan informasi lengkap tentang domain apa pun, seperti nama perusahaan pendaftar (registrar), detail pendaftaran lengkap, status domain terkini, tanggal kedaluwarsa domain, dan konfigurasi name server. Dengan demikian, Whois menjadi alat yang sangat penting bagi peneliti domain, ahli keamanan siber, dan pengguna korporat.
💡 Whois tidak hanya menunjukkan siapa pemilik sebuah domain, tetapi juga kapan masa berlakunya berakhir, registrar mana yang menanganinya, dan name server apa yang digunakannya — semuanya dalam satu pencarian.
Pencarian domain memeriksa apakah nama domain tertentu tersedia untuk didaftarkan — alat ini menjawab pertanyaan: "Apakah saya bisa membeli domain ini?" Sementara itu, pencarian Whois menampilkan informasi pendaftaran terperinci dari domain yang sudah terdaftar — alat ini menjawab pertanyaan: "Siapa pemilik domain ini dan apa detail teknisnya?" Kedua alat ini saling melengkapi dan memberikan hasil paling efektif ketika digunakan bersama.
💡 Pencarian domain = pemeriksaan ketersediaan. Pencarian Whois = kepemilikan dan detail teknis untuk domain yang sudah terdaftar.
Berdasarkan GDPR (Peraturan Perlindungan Data Umum), data pribadi kini tidak lagi dapat dipublikasikan secara terbuka dalam basis data Whois. Semua informasi kontak pribadi disimpan secara rahasia secara default. Domain Name API menyediakan perlindungan privasi Whois gratis bagi setiap pengguna yang membeli domain — tanpa biaya tambahan atau langganan. Data Anda aman.
💡 Privasi yang sesuai dengan GDPR: informasi pribadi Anda disamarkan dalam hasil Whois. Perlindungan privasi penuh sudah termasuk gratis pada setiap pendaftaran domain.
Sementara beberapa perusahaan pendaftar menawarkan privasi Whois sebagai layanan tambahan berbayar, Domain Name API menyediakan perlindungan privasi Whois gratis bagi setiap pengguna yang membeli domain. Tidak ada biaya tersembunyi — informasi pribadi Anda dilindungi sejak saat pendaftaran.
💡 Domain Name API menyertakan privasi Whois tanpa biaya tambahan. Banyak perusahaan pendaftar mengenakan biaya untuk ini sebagai add-on opsional — pastikan Anda memeriksanya sebelum mendaftar.
Menggunakan alat pencarian Whois milik Domain Name API sangat mudah dan gratis. Buka halaman Whois, ketik nama domain yang ingin Anda cari pada bilah pencarian, lalu lakukan pencarian. Informasi pendaftaran, informasi name server, tanggal kedaluwarsa, data registrar, dan status domain akan langsung ditampilkan — tanpa memerlukan akun atau login.
💡 Tidak memerlukan akun. Cukup masukkan nama domain apa pun ke bilah pencarian pada halaman Whois dan dapatkan hasil secara instan — sepenuhnya gratis.
Ya — ICANN mewajibkan semua pemilik domain untuk memberikan informasi kontak yang benar dan mutakhir saat pendaftaran serta menjaganya tetap diperbarui. Memberikan informasi yang salah, tidak lengkap, atau tidak mutakhir dapat mengakibatkan pembatalan kepemilikan domain oleh ICANN. Hasil Whois mencerminkan data resmi yang disampaikan kepada perusahaan pendaftar domain dan telah diverifikasi; namun, informasi pribadi ditampilkan dalam bentuk tersamarkan sesuai GDPR.
💡 Keakuratan itu wajib: ICANN dapat membatalkan kepemilikan domain karena informasi Whois yang salah. Selalu pastikan informasi pendaftaran Anda tetap mutakhir.
Ya. Anda dapat memperbarui informasi Whois Anda kapan saja melalui panel kontrol perusahaan pendaftar domain Anda atau halaman manajemen akun. Sebagian besar perusahaan pendaftar domain mewajibkan pembaruan informasi Whois setiap tahun dan mengirimkan pemberitahuan pengingat kepada pemilik domain saat batas waktu pembaruan mendekat. Menjaga data Whois Anda tetap mutakhir merupakan kewajiban hukum sekaligus praktik terbaik untuk keamanan domain.
💡 Perbarui informasi Whois Anda melalui panel kontrol perusahaan pendaftar Anda. Sebagian besar perusahaan pendaftar mengirimkan pengingat tahunan — menjaga data Anda tetap mutakhir membantu melindungi kepemilikan domain Anda.
